Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi keberhasilan kebersihan usaha budidaya. Umumnya semakin intensif teknologi budidaya yang digunakan mengakibatkan semakin besar pula kemungkinan timbulnya penyakit. Hal tersebut di sebabkan oleh semakin tingginya kepadatan yang digunakan sehingga mendekati batas maksimal daya dukung lahan.

FAKTOR PENDUKUNG TIMBULNYA PENYAKIT

1. Perubahan Lingkungan
- Perubahan musim dari kemarau ke hujan merupakan kesempatan bagi bibit penyakit untuk menyerang ikan, apalagi daya tahan ika melemah dan retan terhadap berbgai macam penyakit.

2. Keberhasilan Kolam dan Peralatan
- Kondisi kolam dan peralatan yang kotor dan bau sangat disukai penyakit dan tempat yang nyaman bagi penularan penyakit bisa tumbuh dengan subur.

3. Keadaan Ikan 
- Hal ini berkaitan dengan benih yang di beli.cek terlebih dahulu benih yang akan di beli.

4. Kualitas Pakan 
- Hal ini berkaitan dengan kandungan gizi yang ada di dalam pakan yang mengakibatkan daya tahan tubuh ikan melemah.

Hama dan penyakit dapat menyerang ikan baik pada tahap pendederan maupun pembesaran. Penyebab penyakit pada ikan berdasarkan penyebab penyakit berasalkan dari bakteri, virus, protozoa, parasit, dan penyakit karena kekurangan atau kelebihan unsur gizi.

Pada dasarnya penyakit pada ikan terjadi karena kondisi kolam itu sendiri karena kondisi kolam itu sendiri. Artinya, daya tahan ikan yang dipelihara melemah. Turunanya daya tahan ini bisa disebabkan oleh ulah pembudidaya / sipemelihara.

INFO| USAHA PENCEGAHAN PENYAKIT
 Usaha pencegahan penyakit yang bisa dilakukan dari fase benih hingga panen, yaltu sebaga benkut. 

• Benih yang diphh sebaiknya dan pembenih yang terpercaya.

• Benih yang dipehhara adalah benh yang normal, tidak cacat, sehat, dan aktif. 


• Kolam sudah s’ap, artinya sudah memenuhi persyaratan kuahtas, baik kma, fisika, dan biologis. 


• Setelah tiba, benih diaklimatisasikan dengan kondisi air kolam agar tidak sires yang menyebabkan mortalitas   tinggi. 


• Selama dua han, benih dibiarkan beradaptasi dengan lingkungan baru. Biasanya benih memakan pakan           alami yang tersedia. Setelah dua han, program pakan dibenikan sebanyak 3-4% dan biomasa. Frekuensi           pembenian pakan 3-4 kali per han, tergantung program pakan dan jenis ikannya.

0 komentar:

Posting Komentar